Diaken Hanny Ajak Keluarga Anita Rupilu Tetap Teguh Dalam Pengharapan
AMBON,PG.COM : Keluarga besar Rupilu /Eleujaan menggelar ibadah penghiburan atas berpulangnya almarhumah Anita Rupilu/Uleujaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy, Ambon, Sabtu (31/10/2026).
Ibadah yang berlangsung dalam suasana penuh haru tersebut dipimpin Diaken Hanny Meila Seconova Kelbulan Tamtelahitu, S.H., M.H., dirumah Almarhumah di Passo Kecamatan baguala
Dengan pesan utama menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar tetap berpegang pada iman dan pengharapan kepada Tuhan.
Kehadiran keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat dalam ibadah tersebut bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, melainkan juga menjadi bentuk dukungan dan kepedulian bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
Dalam refleksinya, Diaken Hanny menegaskan bahwa kepergian seseorang yang dikasihi bukanlah perkara mudah. Kenangan, kebersamaan, perhatian, dan kasih sayang yang telah terjalin menjadi bagian kehidupan yang akan terus melekat dalam ingatan keluarga.
“Ketika seseorang yang kita kasihi dipanggil Tuhan, sering kali hati kita dipenuhi kesedihan, air mata, bahkan pertanyaan mengapa semua ini harus terjadi.
Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa dalam keadaan apa pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya,” katanya..
Mengangkat firman Tuhan dalam Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku,” ia mengingatkan bahwa kesedihan tidak boleh menghilangkan keyakinan kepada Tuhan.
Menurutnya, menangis bukan tanda kelemahan dan bersedih bukan berarti kehilangan iman.
Bahkan, Yesus sendiri pernah menangis ketika Lazarus meninggal dunia. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan memahami kesedihan manusia dan tidak menghendaki umat-Nya berpura-pura kuat ketika sedang berduka.
Ia juga mengutip 2 Korintus 1:3-4 yang menggambarkan Tuhan sebagai sumber segala penghiburan.
Lebih jauh, Diaken Hanny menyampaikan tiga pesan penting bagi keluarga Rupilu–Uliaan.
Pertama, tetap datang kepada Tuhan dalam keadaan sesulit apa pun dan jangan kehilangan iman. Kedua, menjaga kenangan indah bersama almarhumah serta menjadikan kasih, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupannya sebagai warisan berharga bagi keluarga.
Ketiga, menjadikan kedukaan sebagai momentum mempererat hubungan persaudaraan, meningkatkan kepedulian, serta saling menopang antara anak, saudara, dan seluruh anggota keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga yang berduka tidak harus menghadapi kehilangan seorang diri.
Dukungan keluarga besar, kerabat, dan orang-orang terdekat merupakan bagian dari kekuatan yang dapat membantu melewati hari-hari sulit. Sebab, meskipun manusia tidak mampu mengubah peristiwa yang telah terjadi, setiap orang masih dapat menyerahkan hati dan kehidupannya ke dalam tangan Tuhan.
IIbadah syukur tersebut pun ditutup dengan harapan agar Tuhan memberikan kekuatan bagi yang lemah, penghiburan bagi hati yang terluka, serta damai sejahtera bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan almarhumah Anita Rupilu (PG-01)
