KPwBI – Pemda Maluku Dukung Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas

AMBON, PELAGANDONG.COM : Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku (Promal) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Promal , dukung pertumbuhan Ekonomi yang berkualitas,serta menjaga  angka inflasi tetap rendah dan stabil

” jaga kestabilan pertumbuhan Ekonomi yang berkualitas ,KPwBI  bersama Pemda Promal bangun koordinasi  dan bersinergi ” ungkap Kepala KPWBI maluku Noviarsano Manullang dalam siaran Persnya yang di terima media ini, Selasa (24/09/2019).

Salah satu tugas pokok KPwBI di daerah adalah melaksanakan fungsi advisory kebijakan kepada Kepala Daerah dalam rangka mendukung pengendalian inflasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan daerah,Produk pokok dari tugas utama Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Maluku yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Dalam Buku LPP terdiri dari 7 (tujuh) Bab, yaitu Perkembangan Makro Ekonomi Regional,  Keuangan Pemerintah (Fiskal),  Perkembangan Inflasi Daerah, Stabilitas Keuangan Daerah Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM,  Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, dan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan dan serta Prospek Perekonomian Daerah.

Buku LPP diterbitkan setiap 3 (tiga) bulan dan dikirimkan kepada stakeholders KPwBI di daerah. Softcopy LPP juga dapat diakses dan diunduh melalui website Bank Indonesia, www.bi.go.id.

Dalam rangkaian Diseminasi LPP Edisi Agustus 2019 KPwBI Maluku bersinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku yang akan mendiseminasikan Kajian Fiskal Regional (KFR).

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Maluku juga hadir sebagai narasumber dan moderator.

Selanjutnya, pada kegiatan Diseminasi LPP tersebut juga akan dilaksanakan diskusi publik antara narasumber dengan stakeholder yang menjadi audiens.

Secara umum, KPwBI Maluku akan menyampaikan perkembangan ekonomi Maluku yang terdiri dari perkembangan pertumbuhan ekonomi serta perkembangan inflasi Maluku.

Ekonomi Provinsi Maluku tumbuh solid, hal ini tercermin pada pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II 2019 yang tercatat tumbuh 6,09% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh permintaan domestik dari konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, investasi tetap tumbuh positif. Namun demikian, ekonomi Maluku triwulan II 2019 tumbuh lebih lambat dibandingkan triwulan I 2019 yang sebesar 6,32% (yoy). Kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan II 2019 masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,05% (yoy).
Pada Agustus 2019, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,13% secara bulanan (mont-to-month),

namun secara tahunan perlu diwaspadai karena masih sebesar 5,09% (year on year/yoy), atau berada di atas sasaran target Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3,5%±1% (yoy). Deflasi Maluku secara bulanan pada Agustus 2019 tersebut menurun dibandingkan deflasi Juli 2019 yang sebesar 0,17% (mtm) dan inflasi tahunan sebesar 5,24% (yoy),ungkapnya .

Selanjutnya, angka pengangguran Maluku pada Februari 2019 menurun. Jumlah pengangguran yang tercermin dari angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku pada Februari 2019 mencapai 52.821 orang atau sebesar 6,91% terhadap total angkatan kerja sebanyak 764.939 orang, lebih rendah dibandingkan bulan Agustus 2018 yang tercatat sebesar 54.891 orang atau 7,27% terhadap total angkatan kerja sebanyak 755.034 orang.

Dia menambahkan dengan kondisi tersebut, maka angka pengangguran Maluku mengalami pada Februari 2019 mengalami penurunan sebesar 7,26% (yoy) dibandingkan Februari 2018. Namun, penurunan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2018 yang tercatat menurun sebesar 16,50% (yoy). Ketimpangan kesejahteraan di Maluku menurun.

Angka gini ratio Maluku pada bulan Maret 2019 sebesar 0,324, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bulan September 2018 yang sebesar 0,326. Kondisi ini menunjukan bahwa penurunan penduduk miskin Maluku berdampak pada penurunan ketimpangan antar penduduk di Maluku terutama di kota,ujarnya (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *