Guru Honorer Jadi Perhatian Dalam Konferensi PGRI ke XXll

AMBON,PG.COM : Tenaga guru honorer menjadi fokus utama
organisasi PGRI, sebab masih banyaknya tenaga guru honorer yang belum mendapat perhatian ini, dan menjadi perhatian dalam konferensi PGRI ke XVll di Ambon,ungkap Wagub dalam sambutannya ,di SMK 7 Ambon,Kamis (23/01/2019).

Bendahara Umum Pengurus Harian PGRI Pusat Dr. Bursyarudin Thoyib yang turut hadir mewakili Ketua Umum dalam Konferensi PGRI ke XXll masa Bakhti 2019-2024 di Ambon.

kegiatan dimaksud dirinya mengatakan bahwa, PGRI adalah organisasi profesi tanpa batas, Organisasi yang mulia, Organisasi yang terpercaya, dan Organisasi ini harus memberi manfaat.

Lanjutnya, Organisasi ini harus terus menerus mendapat kepercayaaan dari anggotanya sebab Organisasi PGRI tidak akan menjadi apa-apa kalau pengurusnya tidak memberi manfaat bagi anggota-anggotanya.

Guru sebagai suatu ujung tombak organisasi profesi, PGRI yakin pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada organisasi ini, PGRI akan mengawal regulasi-regulasi yang diberikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan tenaga guru honorer menjadi fokus utama organisasi PGRI, sebab masih banyaknya tenaga guru honorer yang belum mendapat perhatian ini, dan menjadi perhatian dalam konferensi PGRI ke XVll di Ambon,”ungkapnya.

Tambahnya, Organisasi PGRI mengharuskan bagi setiap anggotanya untuk membayar iuran anggota sebagai bagian dari keputusan bersama dalam AD/ ART kita.

Kedepan diharapkan dengan konferensi PGRI yang ke XIl ini dapat menghasilkan Rekomendasi bagi perkembangan dan kemajuam organasi PGRI kedepan.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno saat memberikan arahan dan sambutannnya sangat mengapresiasi dilaksanakannya konferensi PGRI Se Maluku ke Xll di Ambon.

Menurutnya, tanpa adanya guru maka kita tidak akan menjadi apa-apa. Organisasi PGRI adalah organisasi mulia.

Dirinya mengatakan saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Maluku sangat memberikan perhatian bagi nasib tenaga Guru di Maluku khususnya daerah-daerah perbatasan. Sebab profesi guru adalah profesi tanpa batas, profesi yang patut diberikan penghargaan.

Ia dengan tegas katakan, guru-guru yang mengadi di pelosok daerah dengan pengabdian tanpa batas sudah selayaknya diberikan penghargaan baik itu tunjangan jabatan, tunjangan profesi dan tunjangan-tunjangan lainnya.

Dirinya mencontohkan masih banyaknya tenaga guru yang sudah mengabdi puluhan tahun dengan gaji pas-pasan, padahal Pemerinta Pusat sudah mengalokasikan anggaran sangat besar guna kesejahteraan guru

Ia juga mengkritik ketidakadilan bagi guru-guru yang selama puluhan tahun sudah mengabdi namun belum juga diberikan tunjangan provesi yang memadai bila di bandingkan dengan guru-guru dengan ijasah sarjana guru-guru muda yang baru saja diangkat. Namun diberikan tunjangan profesi dan tunjangan sertifikasi yang besar padahal pengabdian guru-guru tua sudah selayaknya diberikan penghargaan.

Pada kesempatan tersebut, Orno berjanji akan memberikan hibah satu gedung PGRI kepada Pengurus PGRI Provinsi Maluku untuk dipakai guna memajukan organisasi PGRI kedepan (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *