Imlek Bukan Milik Tionghoa Tapi Masyarakat Indonesia

AMBON,PG.COM : Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Maluku Wilhelmus Jauwerissa mengatakan Imlek bukan lagi milik etnis Tionghoa semata tetapi telah menjadi aset budaya masyarakat Indonesia,ungkapnya pada perayaan Tahun Baru Imlek 2.571,yang di pusatkan di Budha Center Jumat (24/1).

“Bagi kami tujuan perayaan Imlek tidak hanya sebagai momentum aset budaya Indonesia, namun menjadi media untuk persatukan semua masyarakat Maluku dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Sementara itu,Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dalam sambutannya mengatakan, perayaan tahun baru Imlek tahun ini diharapkan menjadi spirit untuk membudayakan sikap pro hidup yang rukun dan damai, saling menghormati serta saling menghargai diantara sesama anak bangsa tanpa memandang perbedaan

“Perayaan Imlek tahun ini hendaknya juga dimanfaatkan sebagai semangat untuk membudayakan sikap saling menghidupkan antar sesama anak bangsa, terutama di Maluku,” ujar wagub.

Provinsi Maluku kata wagub, sejak dulu merupakan suatu daerah multi budaya.
Perjumpaan antar bangsa serta suku dari berbagai daerah di Nusantara turut membentuk jadi diri masyarakat di daerah ini yang Bhineka Tunggal Ika.
Kebersamaan yang terjalin di antara warga Tionghoa dan berbagai elemen anak bangsa di daerah ini menjadi bukti semakin kokohnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan serta keragaman (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *