Kim Bingung,Gustu MBD/Gustu Maluku Mana Yang Bohong

Kimdevits B. Markus, SH

AMBON, PG.COM : Tokoh Masyarakat Kim David Markus binggung Gugus tugas (Gustu Maluku Barat Daya (MBD)/Gustu Provinsi Maluku mana yang berbohong ,ungkap Kim Kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku Rabu (3/6/2020).

Kim mengatakan,Dirinya tidak mau banyak bicara karena kelihatannnya, GUSTU Maluku dan GUSTU MBD saling melempar tanggungjawab, dimana GUSTU Harian MBD mengatakan, yang diijinkan hanyalah barang tapi ternyata di dalam adanya penumpang

Sementara Gustu Maluku lewat sekretarisnya Henry Far-Far mengatakan, bahwa ketika GUSTU Maluku keluarkan surat karena telah mendapat persetujuan dari GUSTU MBD bahwa mereka menerima masyarakat yang ber KTP MBD, ucapnya

“Jadi sebenarnya yang bohong siapa, “ujarnya menutup

Menurutnya kesalahan Gustu, MBD, harusnya new norma diterapkan di MBD , harus dibatalkan karena adanya 3 orang yang terpapar Covid-19 di MBD.

Menurut Markus, MBD sebelum adanya wabah ini adalah daerah miskin dengan adanya keteledoran ini maka pastilah masyarakat MBD Akan lebih sengsara karena semua pulsu-pulau dikunci.

Diuraikan pula kalau dari hasil pertemuan Tim Gustu MBD dan Provinsi, Sekda pernah menjelaskan klaster sabuk Nusantara 87 boleh ke MBD tetapi tidak boleh membawa penumpang.

Namun yang terjadi dilapangan sebaliknya, sabuk Nusantara 87 membawa penumpang, dan hasil koordinasi Markus dengan Sekertaris Gustu Provinsi yang menjelaskan kalau sudah berkoordinasi dengan Gustu MBD dan penumpang dipersilahkan ikut dengan catatan harus dilengkapi surat ijin dari Gustu Provinsi dan Surat Keterangan Rapid tes.

Selain itu Markus menyesalkan, surat keterangan yang dikeluarkan bukan surat hasil Rapid tes tapi surat keterangan jalan dari tim covid provinsi, sementara surat dari medis menyatakan pelaku perjalanan tersebut bebas Covid tidak ada.

Untuk saat ini siapa yang harus bertanggung jawab dengan kebijakan yang teledor sehingga Daerah yang akan diterapkan New Normal ditiadakan.

Siapa yang akan bertanggung jawab dengan kebijakan kaki kepala, takaruang dan sudah terjadi maka dicabut status new normal tadi akan menjadi zona kuning,” ujarnya kesal (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *