Kantor Gubernur Maluku di Semprot Diesnfektan

AMBON- Upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona terus dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku. Menyusul surat Gubernur Maluku Nomor : 800/2692 tertanggal 27 Agustus 2020 yang ditujukan kepada  Sekretaris Daerah; para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda; Inspektur; para Kepala Dinas, para Kepala Badan, Sekretaris DPRD dan para Kepala Biro tentang Pemeriksaan RT-PCR Swab Test bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Maluku.

Jumat (4/9/2020), Pemprov Maluku melakukan penutupan Kantor Gubernur Maluku selama tiga hari untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona, menyusul adanya puluhan ASN yang terpapar Covid-19.

Penutupan Kantor Gubernur diberlakukan sejak hari ini hingga 7 September 2020 mendatang.

Penyemprotan disinfektan  dilaksanakan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMl) Maluku. Terlihat petugas mengenakan

pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, petugas fokus menyemprotkan cairan disinfekatan ke seluruh ruangan kerja, ruang rapat dan ruang-ruang layanan publik yang ada di Kantor Gubernur Maluku. Termasuk ruang kerja gubernur dan Wakil Gubernur.

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mengatakan, penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi sebagai upaya mengurangi potensi penyebaran Covid-19.

Dengan dilakukan  penyemprotan disinfektan maka Kantor Gubernur Maluku ditutup selama tiga hari, sejak hari ini hingga 7 September mendatang.

“Kita butuh waktu minimal tiga hari untuk melakukan penyemprotan di seluruh ruangan kerja yang di mulai hari ini hingga tiga hari kedepan,” ungkap Sekda.

Namun demikian, kata Sekda, dengan ditutupnya Kantor Gubernur Maluku, bukan berarti libur bagi  ASN.

“Jadi kita tidak meliburkan kantor. Hari ini semua pegawai tetap bekerja dari rumah seperti biasa termasuk Pejabat Struktural,” kata Sekda.

Berkaitan dengan Pemeriksaan RT-PCR Swab Test bagi ASN, Ketua Harian Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku ini,  upaya untuk memastikan ASN bebas dari covid-19.

Menurutnya, begitu perkantoran aktif, baik kantor pemerintah dan swasta, kenaikan kasus harian terkonfirmasi postif  sangat signifikan.

“Ketika sudah beraktifitas, maka potensi orang tertular  covid makin besar. Tapi ini tergantung bagaimana kita melindungi diri dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan,” imbau Sekda.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya mengambil langkah cepat untuk melakukan swab  test bagi seluruh ASN.

” Kita ingin  memastikan ASN itu harus sehat. Kalau tidak sehat tentunya bisa menyebarkan virus  kepada keluarga, rekan kerja bahkan ke masyarakat. Kita ini kan melakukan melakukan pelayanan kepada masyarakat, jangan sampai kita menularkan ke yang lain,” ujarnya.

Sekda juga menyampaikan hasil swab test yang  dilakukan sejak 28 Agustus 2020 lalu, ternyata positif ratenya bisa mencapai 20 sampai 25 persen.

“Jadi, kalau ada 200 orang yang di swab,  ternyata bisa 20 orang yang positif,” kata mantan Kadis PUPR Provinsi Maluku ini.

Sekda lantas menyebutkan, jika Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini sudah ada di Kantor Gubernur.

“Bayangkan, kalau kita tidak melakukan swab dan tidak mengetahui diri kita positif,  kemudian mondar mandir dan kembali ke ruang kerja. Itu artinya penyebarannya lebih besar lagi. Ini yang kita putus mata rantai,” imbuhnya.

Untuk itu, Sekda mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi melakukan swab test.

” Mari kita ambil peran ini sebagai upaya melindungi keluarga, rekan kerja dan masyarakat, maka kita harus melakukan swab,” tandas Sekda. (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *