KPAT Rayakan HUT Perempuan GPM Ke-53
AMBON,PG.COM : Klasis Pulau Ambon Timur (KPAT) merayakan syukuran HUT Perempuan Gereja Protestan Maluku (GPM) yang berlangsung di gedung gereja Nafiri Sion,Jemaat GPM Passo Larier,Rabu (19/05).
Dalam perayaan HUT tersebut di laksanakan secara ritual dalam Ibadah yang dipimpin oleh Pdt R Apituley dengan refleksi Firmannya yang terambil pada Yesaya 66:12-14 .
Sesuai dengan tema HUT Perempuan GPM tahun 2021 ” “Jadilah Perpempuan yang memberi rasa aman ” tema ini sangat terpukau untuk di implementasikan dimana saja ,apalagi dalam kondisi di saat ini yang di landa Pandemi Covid-19.
Tema HUT Kita di saat ini menjadi sebuah keterpanggilan bagi Perempuan GPM ,meskipun dalam kondisi yang tidak aman dan tidak nyaman.

Menurutnya kondisi ini merupakan sebuah panggilan bukan biasa saja tetapi ini merupakan panggilan yang berat bagi Perempuan GPM,memberikan rasa aman itu bukan saja bicara yang manis-manis tetapi harus berperilaku yang manis-manis.
“memberikan rasa aman itu adalah kesadaran bahwa semua yang kita miliki adalah berkat yang Tuhan berikan oleh karena itu Perempuan GPM di tuntut untuk menjadi berkat bagi semua orang ,tanpa melihat perbedaan .
Sementara itu Ketua Klasis Pulau Ambon Timur Pdt S Sapulette dalam arahannya mengucapkan syukur atas bertambah setahun usia bagi Perempuan GPM ke -53 Tahun dalam situasi Pandemi covid-19 namum kita masih ada dalam perlindungan Tuhan .
Ketua Klasis mengakui secara Historis ,Perempuan memainkan peranan yang penting dan strategis disemua tingkatan dalam kehidupan bergereja.
Perempuan menjadi kekuatan dan pergerakan persekutuan dan mendimalisir aktifitas Gereja .
Kepada seluruh Perempuan GPM ,Ketua Klasis bepesan tetaplah jadi kekuatan yg mendimalisir dalam tugas dan panggilan Gereja terutama di Wilayah KPAT.

Dalam Tema HUT Perempuan tahun 2021 ini, Perempuan GPM terpanggil untuk hadir memberi dampak,hadir untuk menguatkan ,namun ada saja pembatasan,yang membatasi peran Perempuan,walaupun ada pembatasan yang teracam sekalipun ,tetapi Perempuan mampuh untuk melaksanakan peranya.
“Janganlah menjadi selogan semata seperti tema yang ada namun melalui tema ini, menuntut kita untuk mengaktualisasikan secara nyata dalam keterpanggilan Iman Kita “.
Sapulette menambahkan,jadilah perempuan yang berikan bahu kepada orang lain ,untuk merasa aman dan jadilah berkat bagi banyak orang untuk kemajuan pekerjaan dan pelayanan di tengah Dunia ini terlebih khusus di KPAT.
Tetaplah menjadi perempuan Gereja yang menuntun Keluarga ,menuntun perempuan -perempuan di lingkungan masing-masing khususnya di Wilayah KPAT untuk tetap bersandar kepada Tuhan,harapnya.
Perayaan HUT diakhiri dengan pemotongan Kue Ultha oleh Sekla KPAT Pdt V Songupnuan dan diberikan kepada Ketua Klasis Pdt S Sapulette ,MPK Pnt F Papilaya ,Sekbid Pdt. D. Herbawal dan Ketua Majelis Jemaat Passo Pdt .B. Pattipeilohy untuk sama-sama menikmati,yang di saksikan langsung oleh jemaat yang mengikuti Ibadah, perwakilan dari 30 Jemaat yang ada di wilayah KPAT Ketua dan Sekretaris Majelis jemaat .(PG-02)
