Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara di Maluku

AMBON,PG.COM : Ketua satgas penanganan covid 19 di Maluku Kasrul selang mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku memutuskan untuk menghentikan sementara penyuntikan vaksin AstraZeneca batch(kumpulan produksi CTMAV547 menyusul uji toksisitas dan sterillitas oleh badan pengawasan obat dan makanan(BPOM)

Berdasarkan keterangan tertulis di situs kementrian kesehatan republik indonesia ( RI),minggu (26/5/2021),tidak semua batch vaksin AstraZeneca di hentikan
distribusikan dan penggunaannya.

Ungkap Sekertaris daerah provinsi maluku kasrul selang kepada awak media di Kantor Gubernur selasa (18/5/2021).

“Sementara ini di hentikan dulu karena Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kemarin sudah mengeluarkan surat untuk menunda vaksin CTMAV547

Di Maluku ada sekitar 147 vial vaksin astrazeneca batch yang sudah tiba pada tanggal 4 Mei 2021 bahkan vaksin astrazeneca sudah didistribusikan atau dibagikan ke kabupaten /kota lainnya di Provinsi Maluku

Ternyata di Maluku kita terima pada tanggal 4 Mei 2021 sisanya ada sekitar 64 vial yang ada di gudang saat ini ,dan telah di lakukan pengecekan sudah di vaksin atau belum ternyata belum melakukan pelayanan vaksin dan belum di gunakan

Kita masi menunggu petunjuk dari badan pengawasan obat dan makan maluku,”jelasnya.

vaksin astrazeneca batch berjumlah 448,480 dosis dan termasuk dalam 3.853.000 dosis vaksin Astraseneca yang diterima indonesia pada 26 april 2021 melalui Covax Facility

Ketua satgas Covid-19 Maluku kasrul selang menjelaskan, penghentian penyuntikan vaksin AstraZeneca CTMAV547 hanya bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua pekan.

Terkait laporan kejadian Ikutan pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) telah merekomendasikan badan pengawasan obat dan makanan (BPOM )untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

Keterangan tertulis itu juga memastikan bahwa Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu

Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *