Mudik Lebaran 2026, UPP Tulehu Pastikan Kapal Layak dan Aman Beroperasi

AMBON,PG.COM : Mudik Lebaran 2026, UPP Tulehu Pastikan Kapal Layak Laut Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tulehu memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 berada dalam kondisi layak laut. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap armada kapal guna menjamin keselamatan pelayaran dan kenyamanan penumpang.

Pemeriksaan tersebut dilakukan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan antarpulau melalui Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah. Pelabuhan ini menjadi salah satu simpul transportasi laut utama yang melayani rute penyeberangan dari Pulau Ambon menuju sejumlah wilayah di Maluku.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPP Kelas II Tulehu, Mira Kaimudin,kepad wartawan di ruang kerjanya, Kamis (05/03/2006) mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang akan dioperasikan selama masa angkutan Lebaran.

“Untuk persiapan arus mudik, saat ini kami sementara melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi. Dalam satu dua hari ke depan kami baru bisa mendapatkan data pasti berapa kapal yang siap melayani penumpang,”pungkasnya

Ia menjelaskan, selain armada reguler yang setiap hari melayani rute penyeberangan, pihak pelabuhan juga telah menyiapkan kapal cadangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang berpotensi terjadi menjelang hari raya.

“Kalau terjadi lonjakan penumpang yang sangat banyak dan kapal reguler tidak mampu mengangkut semuanya, maka kapal cadangan sudah disiapkan untuk mengangkut penumpang yang masih tertinggal di pelabuhan,” ujar Mira Kaimudin.

Pengawasan tidak hanya difokuskan pada jumlah armada, tetapi juga pada kelengkapan alat keselamatan serta kondisi teknis kapal. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga teknis pelabuhan untuk memastikan kapal dalam kondisi layak sebelum diizinkan berlayar.
“Semua kapal sudah diperiksa, termasuk alat keselamatan di atas kapal. Memang masih ada beberapa catatan yang harus dilengkapi oleh operator kapal, tetapi secara umum kapal-kapal ini dinyatakan siap melayani kebutuhan transportasi menjelang Lebaran,” katanya

Menurutnya, sebagian armada yang beroperasi di lintasan penyeberangan tersebut merupakan kapal yang telah lama digunakan dan beroperasi hampir setiap hari. Meski demikian, pemeriksaan rutin tetap menjadi prosedur wajib sebelum kapal diberangkatkan.
“Memang rata-rata kapal yang beroperasi ini sudah cukup lama dan setiap hari digunakan. Tetapi sebelum beroperasi, tetap dilakukan pengecekan mesin, perlengkapan keselamatan, dan kelayakan kapal,” ujarnya.

Ia juga menyinggung insiden gangguan mesin yang sempat dialami salah satu kapal beberapa waktu lalu saat berlayar dari Amahai menuju Tulehu. Kapal tersebut sempat berhenti di perairan Tanjung Lampung akibat kendala teknis pada mesin.
“Waktu itu kapal sempat mengalami gangguan mesin. Namun proses evakuasi berlangsung cepat karena kebetulan ada tim Basarnas yang berada di lokasi dan segera membantu penanganan penumpang maupun kapal,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengamanan selama masa mudik, UPP Tulehu juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) terpadu yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Satgas ini akan bertugas mengawasi operasional pelabuhan selama periode angkutan Lebaran.
“Satgas akan bertugas mulai 13 Maret sampai 30 Maret. Unsurnya terdiri dari Basarnas, Polairud, Polsek, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta sejumlah instansi lainnya,” katanya.

Selain aspek keselamatan pelayaran, pengawasan penjualan tiket juga menjadi perhatian serius pihak pelabuhan. Hal ini menyusul keluhan masyarakat terkait adanya tiket dengan nomor tempat duduk yang sama.
“Kami tidak menutup kemungkinan masih ada kelalaian dalam pengawasan, termasuk dalam penjualan tiket. Kadang ada nomor tempat duduk yang sama dijual kepada dua penumpang sehingga terjadi perebutan tempat duduk di atas kapal,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi bersama operator kapal dan pemangku kepentingan pelayaran. Sistem pengawasan tiket akan diperketat agar data penumpang sesuai dengan identitas dalam manifest.

“Ke depan kami akan lebih memperketat pengawasan penjualan tiket. Data penumpang harus sesuai dengan identitas yang jelas karena ini juga berkaitan dengan manifest dan perlindungan asuransi jika terjadi kecelakaan,”

Mira berharap seluruh operator kapal dan petugas pelabuhan dapat meningkatkan disiplin serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan kesiapan armada, pengawasan ketat, dan dukungan lintas instansi, arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tulehu diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *