Rektor Unpatti Minta IKAPATTI Aktif Bangun Kolaborasi Alumni
AMBON,PG!COM : Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, meminta Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) untuk lebih aktif membangun kolaborasi antaralumni guna memperkuat peran strategis mereka dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi serta pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Leiwakabessy saat pelantikan pengurus IKAPATTI periode 2025–2029 di Ambon Jumat (13/03/2026)..
Leiwakabessy menilai organisasi alumni memiliki posisi penting sebagai penghubung antara dunia akademik, profesional, serta berbagai sektor pembangunan.
Pelantikan kepengurusan baru IKAPATTI ini sekaligus menandai keberlanjutan proses konsolidasi organisasi yang selama empat tahun terakhir dinilai berjalan dengan baik.
Konsolidasi tersebut dinilai mampu memperkuat struktur organisasi serta arah visi dan misi organisasi alumni.
“Empat tahun perjalanan organisasi ini menunjukkan kemajuan yang baik, baik dari sisi konsolidasi organisasi maupun pelaksanaan visi dan misi. Karena itu proses suksesi kepengurusan periode 2025–2029 dapat berjalan dengan baik hingga hari ini kita menyaksikan pelantikannya,” katanya .
Menurutnya, keberadaan organisasi alumni merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi, terutama dalam memperkuat sinergi antara kampus dan berbagai sektor pembangunan.
Dijelaskan, pengembangan perguruan tinggi membutuhkan penguatan berbagai aspek strategis, mulai dari input, proses pendidikan, hingga output dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Dalam proses tersebut, alumni menjadi salah satu elemen penting yang mampu memperluas jejaring kolaborasi.
“Dalam pengembangan perguruan tinggi terdapat lima aspek penting yang harus diperkuat, mulai dari input, proses, output hingga dampak. Salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam seluruh proses ini adalah ikatan alumni,” ujarnya.
Leiwakabessy menambahkan bahwa banyak perguruan tinggi maju di dunia memiliki organisasi alumni yang kuat dan aktif memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi, baik melalui jejaring profesional, dukungan akademik, maupun kolaborasi penelitian dan inovasi.
Selain itu, ia juga menyoroti arah transformasi pendidikan tinggi yang kini semakin menekankan pentingnya kolaborasi global dibandingkan kompetisi semata. Menurutnya, perubahan paradigma ini menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk alumni, untuk membangun sinergi yang lebih luas.
“Transformasi pendidikan tinggi saat ini bergerak dari kompetisi menuju kolaborasi global. Kolaborasi ini harus berbasis pengetahuan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak alumni Universitas Pattimura kini berkiprah di berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi profesi, dunia usaha, hingga lembaga legislatif dan pemerintahan. Kondisi tersebut menunjukkan potensi besar jaringan alumni dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Sebagian besar anggota organisasi profesi dan bahkan banyak yang berada di lembaga legislatif maupun pemerintahan merupakan alumni Universitas Pattimura. Potensi besar ini harus dikelola melalui jaringan kerja alumni yang kuat,” ujar Leiwakabessy.
Karena itu, ia berharap kepengurusan IKAPATTI yang baru dapat memperkuat jaringan kerja alumni secara lebih terstruktur serta mendorong kolaborasi yang berdampak langsung bagi kemajuan Universitas Pattimura dan pembangunan Provinsi Maluku.
Pelantikan pengurus IKAPATTI periode 2025–2029 pun diharapkan menjadi titik awal penguatan peran alumni dalam mendorong inovasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Maluku. ((PG-01)
