Pangdam Pattimura Resmi Angkat Siswi Korban Truk TNI Jadi Anak Angkat
AMBON, PG.COM : Keputusan mengejutkan sekaligus mengharukan diambil Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, saat menjenguk siswi korban kecelakaan truk TNI di kediamannya di Benteng atas (Bentas ) Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam secara langsung menyatakan bahwa korban, Shakira Kerenhapukh Pagaya (14), resmi menjadi anak angkatnya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masa depan korban.
Langkah tersebut diambil setelah mendengar harapan dari ibu korban, Mariska Muskitta, yang menginginkan adanya jaminan masa depan dan pendidikan bagi anaknya yang hingga kini masih menjalani perawatan akibat kecelakaan tragis tersebut. Pernyataan Pangdam itu sontak memecah suasana haru di ruang perawatan, di mana tangis keluarga tak terbendung saat komitmen tersebut disampaikan secara langsung.
“Saya punya beban moral. Ini musibah yang tidak kita inginkan bersama. Sebagai Tentara Nasional Indonesia, saya pastikan akan mengawal sampai sembuh,” tegasnya.
Tidak hanya memastikan pengobatan korban hingga pulih, Pangdam juga menyatakan kesiapannya menjadikan Shakira sebagai bagian dari keluarganya. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk empati sekaligus tanggung jawab moral terhadap dampak kecelakaan yang melibatkan kendaraan militer.
“Tidak cukup sampai di situ, hari ini saya angkat dia sebagai anak angkat saya. Jadi bagian dari keluarga saya. Ini tulus dan ikhlas, karena anak-anak saya juga perempuan semua. Saya bisa membayangkan kalau ini terjadi pada anak saya,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam turut didampingi sejumlah pejabat Kodam XV/Pattimura, termasuk unsur Kapendam, Asisten Intelijen, serta Polisi Militer Kodam.
ImJenderal berbintang Dua ini kembali menegaskan bahwa institusinya tidak akan lepas tangan terhadap korban, serta memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung hingga korban sembuh total. Bahkan, jika diperlukan, korban akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap seperti RSPAD Gatot Subroto di Jakarta.
“Kami tidak menginginkan musibah ini terjadi, dengan segala keterbatasan, kami mohon maaf,” ucapnya.
Ayah korban, Weyber Pagaya, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan ketulusan yang diberikan oleh Pangdam. Bagi keluarga, keputusan tersebut menghadirkan harapan baru di tengah kondisi Shakira yang masih menjalani proses pemulihan pasca kecelakaan.
Langkah Pangdam XV/Pattimura ini tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab institusional, tetapi juga mencerminkan pendekatan kemanusiaan dalam merespons dampak kecelakaan yang melibatkan unsur militer.
Di tengah duka yang masih dirasakan keluarga korban, keputusan tersebut menjadi simbol empati dan komitmen untuk memastikan masa depan korban tetap terjamin. (PG-01)
