Kunjungi Korban Truk TNI, Pangdam XV/Pattimura Janji Tanggung Biaya Pengobatan Hingga Sembuh

AMBON,PG.COM : Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap penanganan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi korban kecelakaan truk milik TNI di Kota Ambon dengan memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung hingga korban pulih sepenuhnya.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin (20/4/2026) di kediaman korban berinisial SKP (14), yang berlokasi di kawasan Benteng Atas (Bentas), Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Pangdam hadir bersama sejumlah pejabat Kodam XV/Pattimura dan disambut oleh keluarga korban dalam suasana haru. Setibanya di lokasi, Pangdam langsung menuju kamar korban untuk melihat kondisi kesehatannya secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam meminta keluarga korban untuk tetap tenang dan tidak merasa khawatir terhadap proses pengobatan yang tengah dijalani. Ia menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih.
“Yang penting sembuh dulu. Soal ke depan, kita serahkan kepada Tuhan. Jangan khawatir, kita cari solusi bersama,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab institusi, Pangdam memastikan seluruh kebutuhan pengobatan korban akan dipenuhi, termasuk kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan medis yang lebih lengkap apabila dibutuhkan.

Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan sesuai standar medis yang berlaku.
Salah satu rumah sakit yang telah disiapkan sebagai rujukan adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto di Jakarta. Fasilitas tersebut dikenal memiliki sarana medis modern dan tenaga kesehatan berpengalaman dalam menangani kasus trauma berat akibat kecelakaan, sehingga diharapkan mampu memberikan penanganan maksimal bagi korban.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas keterlambatan respons awal dari pihaknya terhadap insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami dari Kodam tidak menginginkan adanya musibah seperti ini. Dengan segala keterbatasan, kami mohon maaf,” ujarnya.

Komitmen untuk menanggung biaya pengobatan hingga korban sembuh diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga korban sekaligus memperlihatkan tanggung jawab institusi militer dalam menangani dampak insiden yang melibatkan kendaraan dinas di wilayah Kota Ambon. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *