Sapu 12 Emas, INKAI SBB Rebut Piala Bergilir Kemenag Malteng
AMBON, PG.COM : Kontingen INKAI Dojo POMDAM XV Pattimura yang mewakili INKAI Seram Bagian Barat (SBB) sukses menunjukkan dominasinya dengan merebut Juara Umum I pada Kejuaraan Karate Piala Kepala Kemenag Maluku Tengah (Malteng) Seri-I Tahun 2026, demikian rilis yang diterima media ini, Senin (18/04/2026).
Kejuaraan bertema “Karate Untuk Harmoni: Mengukir Prestasi Dalam Keberagaman” itu berlangsung di Nusantara Sport Centre (GOR Masohi), Malteng, pada 15-17 Mei 2026.
Keberhasilan kontingen INKAI SBB ditandai dengan torehan 22 medali yang terdiri dari 12 medali emas, 5 medali perak, dan 5 medali perunggu. Raihan tersebut sekaligus mengantarkan tim memboyong Piala Bergilir Kemenag Malteng Seri-I, Piala Tetap, serta bonus prestasi. Kontingen tampil di bawah kepemimpinan Manajer Ivony A. W. Sopalatu bersama jajaran pelatih Agustinus Tanamal, Helmy Leleulya, dan Charles Jacobs..
Sebanyak 12 medali emas berhasil dipersembahkan oleh para atlet andalan, di antaranya Meyland Tasidjawa, Maerel Miraldo Van Harling, Tamariska Cornellya Hope Talakua, Russell Shannon Simauw, Varel Vebriand Van Harling, Araqiel Dawn Peterjohn Tutupary, Sassuaxena Ramadhani Kaufua, serta Philizya Oktaviani Tahalele. Pada kategori Kata, Nining Desilia dan Novilia Puspita juga tampil impresif dengan menyapu medali emas. Dua emas tambahan turut disumbangkan oleh perwakilan INKAI SBB lainnya.
Tak hanya mendominasi di kategori emas, kontingen juga mengamankan lima medali perak melalui penampilan Nining Desilia, Onali, Fabian Nathaniel P., Bran, serta satu atlet perwakilan INKAI SBB. Sementara lima medali perunggu diraih oleh Syane Tangkawarow, Anona, Venzhuella Masyetelli Soplanit, dan dua karateka lainnya dari INKAI SBB.
Pelatih kontingen, Agustinus Tanamal, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan disiplin dan kerja keras atlet selama menjalani pemusatan latihan sebelum kejuaraan berlangsung.
“Keberhasilan ini murni buah dari kerja keras, disiplin, dan ketekunan anak-anak selama masa pemusatan latihan. Mereka mampu menunjukkan mental petarung yang pantang menyerah di atas tatami, meski harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh,” katanya.
Ia menilai pola pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan konsisten menjadi faktor utama keberhasilan kontingen dalam mencetak prestasi di tingkat regional. Menurutnya, pembentukan mental bertanding dan peningkatan kualitas teknik atlet terus menjadi fokus utama pembinaan dojo.
Manajer Kontingen, Ivony A. W. Sopalatu, menyebut capaian tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Ini adalah wujud nyata dari sinergi yang luar biasa antara semangat atlet, dedikasi pelatih, serta dukungan penuh dari para orang tua. Gelar Juara Umum I ini bukanlah garis akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus mengasah kemampuan agar siap membawa nama harum daerah di kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional ke depannya,” tegasnya (PG-01)
