Kapolda Maluku Ajak Pers Perkuat Kolaborasi Jaga Stabilitas dan Dorong Kemajuan Daerah

AMBON, PG.COM : Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menggelar forum bertajuk “Duduk Bacarita Bersama” yang mempertemukan jajaran kepolisian dengan pimpinan media massa, organisasi pers, serta wartawan di Maluku. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sagu, Plaza Presisi, Tantui, Kota Ambon, Rabu (3/6/2026), menjadi wadah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut, Kapolda menegaskan bahwa kemajuan Maluku tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah maupun aparat keamanan. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendorong pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah.

“Yang berpikir untuk kemajuan Maluku bukan orang lain, tetapi kita sendiri. Maluku maju atau tidak, itu tergantung bagaimana kita semua mengambil peran,” pungkasnya.

Kapolda menjelaskan konsep “Duduk Bacarita Bersama” sengaja dihadirkan sebagai ruang dialog yang terbuka dan partisipatif. Ia berharap seluruh pihak dapat menyampaikan gagasan, kritik, maupun solusi demi kepentingan bersama, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara aparat keamanan, media, dan masyarakat.

“Jangan saya saja yang bicara. Semua harus ikut bercerita, memberikan pandangan, memberikan dukungan dan kolaborasi demi kemajuan Maluku,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dadang juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Berdasarkan data Polda Maluku, jumlah konflik sosial mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 156 kasus konflik sosial, kemudian turun menjadi 96 kasus pada 2025.

Sementara hingga awal Juni 2026, jumlah konflik sosial yang terjadi hanya enam kasus. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan konflik yang dilakukan secara bersama-sama.
“Sekarang sudah bulan Juni. Harapan saya ke depan tidak terjadi lagi. Kita harus pertahankan kondisi ini bersama-sama,” katanya.

Menurutnya, berbagai konflik sosial umumnya bermula dari persoalan sederhana yang tidak ditangani sejak dini, seperti perundungan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga pertikaian antar kelompok remaja. Jika dibiarkan berkembang, persoalan tersebut berpotensi memicu tawuran antar kampung maupun konflik sosial yang lebih luas.
.
Karena itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk terus berperan aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat edukasi publik, dan mendorong penyelesaian masalah secara damai demi mewujudkan Maluku yang aman dan maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *