Kodaeral IX Dorong Proyek Abadi Masela Berkelanjutan

MBON, PG.COM : Keberhasilan Proyek Lapangan Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, tidak cukup diukur dari besarnya investasi dan potensi produksi energi.

Stabilitas sosial, pelestarian budaya lokal, penyerapan tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat Maluku turut menikmati manfaat pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

Persoalan itu mengemuka dalam Seminar Komunikasi Sosial (Komsos) TNI bertajuk “Socio-Culture Net Gain: Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela” yang digelar Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX di Ballroom Resto Raja Seafood, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026).

Seminar tersebut mempertemukan unsur TNI, pemerintah, akademisi, dan industri untuk membangun pendekatan terpadu dalam menjaga keberlanjutan proyek sekaligus mengantisipasi potensi persoalan sosial di tengah masyarakat.

Dankodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menegaskan bahwa komunikasi sosial harus menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik, menyerap aspirasi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama pelaksanaan proyek.

Menurutnya, TNI tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga membantu menciptakan kondisi sosial yang kondusif bagi pembangunan.
“Dalam mendukung proyek strategis nasional, TNI tidak hanya berperan sebagai penyedia keamanan, tetapi juga sebagai katalisator sosial yang membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan,” katanya.

Hanarko menekankan, pembangunan Abadi Masela harus memperhitungkan karakteristik geografis, potensi maritim, identitas masyarakat, serta kondisi sosial budaya Maluku. Ia berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelaksanaan proyek tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga ketahanan wilayah dan mencegah konflik sosial.

Sejalan dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Untung Yuwono, mengingatkan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral pembangunan.

Nilai-nilai Pela Gandong, menurutnya, harus tetap menjadi perekat persaudaraan dan penjaga harmoni sosial di tengah masuknya investasi serta arus modernisasi.
“Adat dan budaya khas Maluku harus menjadi pilar pemersatu, penjaga harmoni sosial, serta sistem kendali moral dan lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun,” kata Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Untung Yuwono.

Dari sisi ekonomi, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang membuka kegiatan tersebut, menilai investasi Abadi Masela berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan penggunaan produk serta jasa pelaku usaha setempat.

Ia mengilustrasikan, apabila proyek mempekerjakan 5.000 orang dengan rata-rata penghasilan Rp5 juta per bulan, total pembayaran upah dapat mencapai Rp25 miliar setiap bulan atau Rp300 miliar dalam setahun.

Jika separuh tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, sekitar Rp150 miliar per tahun berpotensi beredar di perekonomian Maluku.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan kapasitas tenaga kerja, produksi lokal, serta keterlibatan usaha daerah agar manfaat investasi tidak hanya dinikmati pelaku industri, tetapi juga dirasakan masyarakat. Seminar yang dimoderatori Kaprodi Sosial Budaya Universitas Pattimura, Dr. Paulus Koritelu, turut menghadirkan Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Sekdaprov Maluku Sadali Le, Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas M. Indarto Wibowo, serta Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat keseimbangan aspek keamanan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan, sehingga Proyek Lapangan Abadi Masela dapat menjadi penggerak sektor energi nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Maluku menuju Indonesia Emas 2045. (PG-01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *