Kota Ambon Alami Inflasi 0,15 Persen

AMBON,PELAGANDONG.COM : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk kepada awak media pada rilisnya di Kantor BPS Provinsi Maluku, Senin (3/9/2018) mengatakan Kota Ambon alami inflasi sebesar 0,15 persen pada bulan Agustus.
Hutauruk menjelaskan , akibat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,40 pada Juli 2018 menjadi 127,59 pada Agustus 2018 dan berdasarkan inflasi tahun kalender Kota Ambon pada Agustus 2018 sebesar 1,43 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar -0,34 persen.
“Inflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan IHK pada 4 kelompok pengekuaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan makar sebesar 0,22 persen; dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olehraga sebesar 0,07 persen,” jelasnya.
Selain itu, terjadi deflasi pada 3 kelompok pengeluaran yakni kelompok sandang sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen; dan pada kelompok trnaspor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,74 persen. Ia mengakatakan, di bulan Agustus 2018, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan atau andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 0,7393 persen sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan bagi inflasi kota Ambon sebesar 0, 5853.
“Komuditas yang menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah ikan layang, dahing ayam ras, tomat sayur, dan cabai rawit,” ungkapnya. Sementara, komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kota Ambon adalah tarif angkutan udara , bawang merah, ikang cakalang asap, cabai merah dan ikang cakalang,ungkapnya (PM-02).
AMBON,PELAGANDONG.COM : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk kepada awak media pada rilisnya di Kantor BPS Provinsi Maluku, Senin (3/9/2018) mengatakan Kota Ambon alami inflasi sebesar 0,15 persen pada bulan Agustus.
Hutauruk menjelaskan , akibat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,40 pada Juli 2018 menjadi 127,59 pada Agustus 2018 dan berdasarkan inflasi tahun kalender Kota Ambon pada Agustus 2018 sebesar 1,43 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar -0,34 persen.
“Inflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan IHK pada 4 kelompok pengekuaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan makar sebesar 0,22 persen; dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olehraga sebesar 0,07 persen,” jelasnya.
Selain itu, terjadi deflasi pada 3 kelompok pengeluaran yakni kelompok sandang sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen; dan pada kelompok trnaspor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,74 persen. Ia mengakatakan, di bulan Agustus 2018, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan atau andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 0,7393 persen sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan bagi inflasi kota Ambon sebesar 0, 5853.
“Komuditas yang menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah ikan layang, dahing ayam ras, tomat sayur, dan cabai rawit,” ungkapnya. Sementara, komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kota Ambon adalah tarif angkutan udara , bawang merah, ikang cakalang asap, cabai merah dan ikang cakalang,ungkapnya (PM-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *