Dua Hari Pasca Gempa Pemkot Ambon Gelar Doa Bersama

AMBON,PELAGANDONG.COM : Dua hari pasca gempa yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar doa bersama, yang berlangsung di Kediaman Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,Sabtu (28/09/2019).

Doa bersama yang dipimpin oleh Rev. Suezette Hattingh tersebut diikuti oleh seluruh pejabat Kristen Pemkot Ambon, Para Pendeta Jemaat beserta Perangkat Pengurus, serta masyarakat.

Dikatakan Walikota, Doa bersama yang dilakukan oleh Umat Kristen dan Katolik saat ini juga akan dilakukan oleh Umat Muslim sehari sesudahnya yang bertempat di Kediaman Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler.

Walikota menjelaskan, saat ini masyarakat Kota Ambon masih sangat gelisah, risau dan takut akan isu-isu yang beredar, banyak hal yang sudah dilakukan pihak Pemerintah, lewat sosialisasi-sosialisasi dan penjelasan maupun pemberitaan terkait namun disadari kegelisahan tersebut tidak teratasi karena gencarnya isu-isu yang beredar melalui media-media sosial.

“Kemajuan teknologi bisa membawa dampak baik, namun juga berdampak negatif. Seperti halnya dengan penyebaran-penyebaran isu yang membawa kepanikan dan kegelisahan kepada masyarakat,” terang Walikota.

Dirinya mengakui, sebagai masyarakat yang beragama, kepada Tuhanlah kita harus berserah dan memohon belas kasihan.
“Ditengah-tengah situasi yang ramai dengan isu yang terlanjur meluas dan mencemaskan. Tidak ada cara lain, selain berdoa, untuk mendapat jawaban dari semua kerisauan kita,” jelas Walikota.

Dengan berdoa, kita semakin bijak dan semakin tenang dalam menghadapi setiap permasalahan hidup.

Rev. Suezette Hattingh dalam refleksinya mengatakan, masyarakat Kota Ambon tidak bisa membandingkan dirinya dengan pulau lain, kota lain, karena sesungguhnya bukan patokan sebagai pembanding.

“Jikalau kita menyadari sesungguhnya ini adalah cobaan yang dari Tuhan untuk mengajak kita kembali kepada-Nya, berubahlah dan yakinilah bahwa Tuhan sanggup mengubah semua bencana menjadi sukacita bagi umat yang berserah,” terangnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak mempercayai informasi-informasi yang mencemaskan melainkan berserah kepada Keagungan Tuhan.

“Apabila ada yang mengatakan ini waktunya Tuhan untuk menghukum/menghakimi Ambon dan Maluku, Tuhan punya rencana untuk Ambon dan Maluku karena Tuhan sanggup mengubah musibah menjadi berkat,” tutupnya (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *