Bersama Aktivis Perempuan, Widya Kunjungi Pengungsi Dan Korban Gempa

AMBON,PELAGANDONG.COM : Bersama aktivis Perempuan istri Gubernur Maluku, Widya Murad Ismail mengunjungi pengungsi dan Korban Gempa,Sabtu (28/09/2019).

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku ini langsung bergerak menuju daerah terdampak gempa berkekuatan 6,8 SR, Kamis kemarin,bantuan  emergensi yang akan disalurkan terdiri atas paket rentan lansia, paket rentan dewasa, dan paket rentan anak-anak. Masing-masing paket terdiri dari selimut, pakaian dalam, pakaian, kaus kaki, dan peralatan mandi. Widya juga membawa sejumlah paket makanan siap santap (makanan kotak) dan air mineral dalam kemasan, serta makanan tambahan untuk anak berupa susu dan biskuit.

“Saya merasa berduka, prihatin dan sedihnya luar biasa karena ini musibah kita semua, yang tentu saja masyarakat Maluku tidak harapkan,” kata Widya.

Ia mengaku sedih karena saat bencana gempa terjadi, dia lagi mengikuti Jambore Nasional Kader PKK di Jakarta. Sang suami, Murad Ismail yang ketika itu juga ada urusan dinas di Jakarta, langsung balik ke Ambon.

“Saat mendengar info ada gempa, saya shok, kaget dan sedih. Saya lagi ikut kegiatan di Jakarta, mood saya sudah hilang. Sudah tidak concern lagi,” ungkapnya.

Dia bahagia karena sudah berada di Ambon untuk bisa membantu korban gempa.

 

 

Bersamanya, istri Wakil Gubernur Maluku yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Beatrix Orno, beserta sekitar 20 aktivis perempuan dari organisasi Fatayat NU, Wanita Islam, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perempuan GPM (Gereja Protestan Maluku), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Mereka bergegas menuju arah timur Pulau Ambon, tepatnya di lokasi pengungsian kampus Universitas Darussalam, Tulehu. Di kamp ini, Widya meninjau Posko Kesehatan dan berbincang langsung dengan pengungsi lansia yang sakit. Ia juga menyapa seorang ibu muda yang baru melahirkan saat hari gempa terjadi.

Bunda PAUD Maluku ini lantas meminta izin untuk menggendong bayi yang lahir di tempat pengungsian itu. Ia senang karena bayi laki-laki yang lahir dalam suasana penuh kepanikan itu terlahir dengan sehat. Bantuan paket emergensi dan makanan siap saji pun dia berikan kepada para pengungsi dan korban di tempat itu.

Widya juga memberikan semangat kepada para dokter dan petugas medis yang bekerja siang dan malam di Posko Kesehatan. “Bapak ibu telah melakukan tugas mulia, karena kalian bekerja untuk kemanusiaan. Saya hanya ingin mengingatkan, agar kalian juga tetap menjaga kesehatan kalian,” pintanya.

Rombongan yang dipimpin Widya pun berpindah ke desa Waai yang mengungsi si Rumah pohn,dalam kesempatan itu Widya meminta agar warga tidak panik, dan tetap bersabar.

“Apa yang terjadi ini, Tuhan Yang Maha Kuasa sudah mengatur semuanya. Saya harap saudara-saudara tetap tabah,” harapnya.

Kemudian rombongan balik ke Ambon menuju RSUD dr. Haulussy ketemu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Debby Louhenapessy, beserta rombongan pun bergabung di sana membawa bantuan untuk pasien yang sementara dirawat di rumah sakit yang berlokasi di kawasan Kudamati .

Selain itu Enggelin Keliombar, Ketua Presidium WKRI Provinsi Maluku yang ikut dalam kegiatan ini merasa berterima kasih kepada istri Gubernur karena telah menghimpun ormas perempuan untuk turun bersama-sama membantu para korban gempa. “Kami merasa senang bisa terlibat, dan semoga kedepan, kita bisa bersama-sama lagi dalam kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Wanita Islam Maluku, Irma Betaubun mengakui bahwa Widya begitu cepat dan tanggap dalam merespon bencana di daerah ini.

“Beliau sudah menelepon kita, pimpinan organisasi perempuan untuk sama-sama turun melihat para korban,” tandasnya.(PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *