Setahun Memimpin, Wagub Maluku Akui Belum Bisa Penuhi Janji

AMBON,PG.COM : Setahun memimpin Provinsi Maluku tepatnya pada 25 April 2020 ,Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengakui belum memenuhi janji ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/4/2020).

“Wagub juga mengakui selama memimpin daerah ini belum bisa memenuhi janji saat berkampanye maupun terpilih untuk periode 2019-2024.”

Orno juga menyampiakan banyak terima kasih kepada masyarakat Maluku, atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama Gubernur Murad Ismail dalam memimpin Maluku

“Dalam kapasitas sebagai Wagub, maka saya memiliki rasa dan tanggung jawab moral untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku di mana pun berada atas dukungan maupun doa restu sehingga bersama gubernur sudah menjalani atas pilihan rakyat dengan perkenanan Tuhan mengemban tugas pemerintahan selama setahun,” katanya.

Wagub secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyakat Maluku karena banyak harapan yang disampaikan, baik saat kampanye hingga terpilih memimpin Maluku selama setahun belum dapat memenuhinya.

“Saya secara pribadi, istri dan anak-anak memohon maaf karena bagaikan pepatah ‘maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tidak sampai’ karena belum dapat merealisasikan harapan – harapan tersebut,” ujar Wagub.

Dia mengharapkan melalui momentum setahun memimpin Maluku yang bertepatan dengan basudara (saudara) Islam menunaikan Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah, maka kita mengambil hikmahnya.

“Kiranya melalui momentum Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah kita lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan tetap mencerminkan hidup orang basudara sebagai warisan leluhur,” kata Wagub.

Dia juga mengimbau masyakarat Maluku agar meyakini Tuhan Yang Maha Kuasa dan senantiasa ikhtiar terhadap wabah virus corona dengan menaati ketentuan maupun arahan yang diterapkan pemerintah.

“Idealnya mengintensifkan proteksi diri sendiri agar bisa terhindar dari corona yang mewabah dunia ini sehingga jumlah kasusnya di Maluku tidak bertambah karena yang positif COVID -19 saat ni sudah 20-an penderita,” tandas Wagub.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Gagas Program Transformasi Digital

Sedangkan, Sekda Maluku, Kasrul Selang menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga pelaku perjalanan bisa menularkan virus corona kepada warga lainnya di Kota Ambon.

“Memprihatinkan memang karena terjadi transformasi lokal dari pelaku perjalanan yang pulang dari daerah dengan zona merah sehingga menambah jumlah penderita yang positif COVID-19,” katanya (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *