Lawena Panggel Pulang Pertemukan Orang Sudara

AMBON,PG.COM : Masyarakat ButonLa Safar yang pernah tinggal di Hutumuri sebagai anak Negeri Lawena kepada Media ini di Pantai Hutumuri Minggu (21/3)

sangat bangga dengan inisiatif yang diambil oleh pak Demi karena selama ini kita dari seberang Tial dan beberapa titik kita bisa bertemu hari ini untuk membangun kembali ikatan Persaudaraan yang selama ini terpisah

Menurutnya,melalui acara acara ini kita bisa saling bertemu dan saling kenal satu sama lain, saya juga minta supaya kegiatan ini dijadikan acara tahunan sehingga hubungan antara masyarakat Lawena khususnya orang Hutumuri yang ada di seputaran ini sehingga kita saling bertemu untuk bisa berbagi, mengangkat harkat dan martabat bahwa kita ini benar-benar anak Hutumuri yang tidak pernah melupakan masyarakat yang ada disini.

Sekian lama terpisah Namun hari ini bisa dapat berkumpul saya sangat merasa bahagia sekali dengan pertemuan ini karena yang tadinya kita tidak saling kenal namun lewat pertemuan ini kita saling kenal satu sama lainnya.

Sementara itu ,Heis Pattiapon Mantan Ketua RT masyarakat Buton yg dulu tinggal di pantai Lawena negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Mengatakan , kita terpisah dari tahun 1981-1999 kita bersama Namun lewat hal-hal yang tidak diinginkan (Konflik likbalemaka kita terpisah sudah 22 tahun baru kita bisa dapat berkumpul kembali hari ini lewat kegiatan Lawena Panggel Pulang.

Sebagai mantan RT saya sangat bersuka cita bisa bertemu dengan masyarakat yang dulu saya bina ini merupakan satu kebesaran Tuhan bisa mempertemukan kita semua kembali lewat kegiatan ini untuk menjalin hubungan tali persaudaraan kembali kata matan ketua RT 01Dusun Lima itu.

La Sapar masyarakat buton yg dulu tinggal di pantai Lawena negeri Hutumuri kec Leitimur selatan Mengatakan bahwa Peristiwa beberapa waktu lalu membuat kita semua terpisah tersebar di pulau Ambon ada yang ada di Waiheru, Tial maupun pasir panjang dan Air besar melalui kegiatan ini kita dapat mempertemukan semua untuk silaturahmi dan saling kenal, ada banyak juga yang tersebar diluar pulau Ambon baik itu di Buton, Pulau Buru Seram tetapi Rata-rata itu ada di Pulau Ambon.

Ini pertama kali inisiatif yang dilakukan untuk dapat mempertemukan Mereka walaupun demikian ada keluarga kita yang ada di Hutumuri yang sudah Masuk Nasarani seperti keluarga walaupun demikian lewat acara ini kita kumpul mereka.

Rencana kedepan secara Pribadi saya akan kumpulan mereka Khususnya orang Hutumuri yang dulunya dari Lawena dan sekitarnya supaya jangan lupa bahwa kita semua ini lahir dan dibesarkan disini setiap acara bulanan kita pasti pulang kesini Rencana setiap tahunnya saya akan membuat acara lebih besar lagi supaya kita semua datang namun terkendala dengan kondisi COVID-19 kita batasi.

Untuk Jumlah KK saat ini kita belum tau tapi dulu waktu masih dalam bangku pendidikan itu dari Lawena Samapi Toisapu itu ada 200 KK, kita sudah empat turunan kemari kita lakukan ziarah ke makam moyang-moyang digunung waktu penjajahan Belanda itu kita temukan semuanya karena sudah ditunjuk oleh orang tua kami bahwa waktu penjajahan Belanda itu ada makam disini dan penjajahan Jepang juga sudah ditunjuk semuanya sehingga kami tau Jadi saya juga merasa terharu karena semua makam itu kita temukan karena Jepang keluar baru orang tua kami turun Ke Lawena tapi masa penjajahan itu mereka tinggalnya di Gunung.

Tadi acaranya kita datang langsung kesihara makam habis itu baru kumpul rencana tahun Depan saya akan undang seluruh keluarga yang ada dihutumuri yang sudah terpecah kita akan kembali karena momen ini kita saling mengenal keluarga kita yang ada di Hutumuri mereka tau kita ini keluarga Namun dengan adanya Konflik kita semua terpisah tetapi kita tau bahwa kita lahir dan di besarkan disini ungkapnya.(PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *