Anos Jeremias : Blok Masila Diproyeksikan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Maluku

AMBON,PG.COM : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Anos Jeremias, menilai proyek strategis nasional Blok Masila berpotensi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, ucapnya kepada wartawan di Ambon, Rabu (15/04/2026)

Proyek migas bernilai investasi lebih dari Rp300 triliun itu dinilai mampu membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.

Untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi proyek tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Maluku melakukan konsultasi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pemerintah Provinsi Maluku di Ambon.

Dalam pembahasan tersebut, berbagai aspek kesiapan daerah menjadi perhatian utama, mulai dari perencanaan lintas sektor, dukungan regulasi, kesiapan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing dalam pengembangan proyek migas berskala besar tersebut.

“Ini peluang besar bagi daerah. Kita ingin memastikan sejak awal ada kesiapan matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Maluku,” katanya.

Menurut Anos, kesiapan daerah harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis seperti Dinas ESDM dan Biro Hukum.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten di sekitar wilayah proyek juga dinilai sangat penting agar dampak pembangunan dapat dirasakan secara luas.

Ia menyebut Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi daerah yang harus dipersiapkan sejak awal karena berada di sekitar kawasan pengembangan proyek Blok Masila.

Pemerintah daerah diminta tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja lokal dan infrastruktur pendukung.

“Jangan sampai investasi besar masuk, tetapi masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat maksimal. Karena itu, kesiapan SDM, regulasi, dan dukungan infrastruktur harus menjadi perhatian serius,” ujarnya (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *