Pangdam XV/Pattimura Pimpin Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono

AMBON, PG. COM : Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung memimpin operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Api Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Pangdam di lokasi bencana menjadi bentuk nyata kepedulian TNI dalam memastikan keselamatan masyarakat sekaligus memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban di tengah situasi darurat akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Langkah cepat Pangdam XV/Pattimura dilakukan setelah Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, memerintahkan seluruh jajaran Kodam XV/Pattimura mengerahkan potensi terbaik guna mendukung operasi kemanusiaan di Halmahera Utara.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pangdam IV/Pattimura langsung memperkuat personel di lapangan dari awalnya satu peleton menjadi satu SSK lebih atau sekitar 100 personel TNI yang bergabung bersama Basarnas, Polri, BPBD, dan masyarakat hingga total kekuatan mencapai sekitar 200 personel gabungan.

Didampingi Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, Pangdam tiba di lokasi dan disambut Bupati Halmahera Utara bersama jajaran Forkopimda sebelum menuju Pos Pemantauan Gunung Dukono guna menerima laporan terkini proses evakuasi.

Berdasarkan data sementara, terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi, terdiri dari 11 WNI dan 9 WNA.

Hingga Minggu pagi (10/5/2026), sebanyak 17 orang berhasil selamat, terdiri dari 10 WNI dan 7 WNA, sementara tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yakni satu WNI dan dua WNA asal Singapura.

Operasi pencarian kini memasuki hari kedua dengan kondisi medan berat dan jalur evakuasi sepanjang kurang lebih 11,2 kilometer. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan dua WNA asal Singapura yang dilaporkan belum berhasil dievakuasi,

Dalam operasi tersebut, TNI AD mengerahkan personel dari Kodim 1508/Tobelo sebanyak satu peleton, Koramil Galela satu regu, serta Yonif 732 satu peleton untuk memperkuat tim pencarian dan penyelamatan.

“Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh pihak bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Saya juga ingin menekankan bahwa ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tidak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian.

Kedepan, koordinasi antara petugas pemantau, perangkat desa, dan masyarakat harus lebih diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Pangdam, Mayjen TNI Dody Triwinarto.

Suasana duka turut menyelimuti kunjungan Pangdam saat meninjau langsung jenazah salah satu korban WNI di RSUD Tobelo, yakni Angel (40), seorang pegawai Pertamina asal Ternate yang ditemukan tim gabungan pada Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Pangdam di rumah sakit menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga korban sekaligus penyemangat bagi seluruh personel yang terus berjibaku di lapangan dalam proses pencarian korban lainnya.

“Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung dan berpotensi membahayakan.

Karena itu seluruh tim diminta tetap waspada dan mengutamakan prosedur keselamatan selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Selain memimpin operasi evakuasi, Pangdam XV/Pattimura juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak erupsi untuk membantu meringankan beban warga sekitar. TNI AD melalui Kodam XV/Pattimura memastikan akan terus hadir bersama Basarnas, Polda Maluku Utara, BPBD, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait hingga operasi kemanusiaan di Gunung Dukono dinyatakan selesai, pungkasnya (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *