Patrick Moenandar Dorong Ambon Jadi Kota Kreatif Otomotif
AMBON, PG. COM : Semangat pengembangan industri kreatif berbasis otomotif di Kota Ambon kembali diperlihatkan melalui pelaksanaan Ascart Modified Expo (AMX) 2026 di Taman Budaya Karang Panjang, Kota Ambon .
Ajang otomotif terbesar di Maluku yang berlangsung pada 16 hingga 17 Mei 2026 itu menjadi momentum penting bagi komunitas otomotif untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat posisi Ambon sebagai kota kreatif di kawasan timur Indonesia.
Penggagas kegiatan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar dalam rilis yang iterima media ini,Sabtu (16/04/2024)
menegaskan bahwa AMX 2026 merupakan kelanjutan dari Ascart Autofest 2025 yang kini hadir dengan konsep lebih besar dan lebih lengkap. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kontes kendaraan, tetapi ruang kolaborasi seluruh komunitas otomotif di Maluku.
“Memang ini tahun ke-2 yang Ascart buat kegiatan otomotif. Kalau tahun lalu kita buat Ascart Autofest, di tahun ini namanya Ascart Modified Expo dan konsepnya memang lebih hebat lagi dari kemarin. Ini menjadi wadah untuk kawan-kawan penyuka otomotif menyampaikan hobinya dan menjadi tempat semua komunitas bisa berkomunikasi satu sama lain,” kata Patrick Moenandar.
Ajang yang dibuka oleh Johan Lewerissa itu menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari kontes modifikasi mobil dan motor, kompetisi sound pressure level (SPL), balap Tamiya, lomba fotografi, kompetisi trails, live music, hingga bazar UMKM. Ratusan peserta dari Ambon, Maluku Tengah, hingga luar daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPD Perindo Kota Ambon ini menjelaskan, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa AMX mulai dikenal secara luas, bahkan hingga luar Provinsi Maluku.
Salah satu peserta kategori sound system diketahui datang langsung dari Papua untuk mengikuti perlombaan yang digelar selama dua hari tersebut.
“Yang mengherankan, peserta kali ini tidak hanya dari Ambon, tapi juga ada yang datang dari Maluku Tengah.
Bahkan ada peserta khusus datang dari Papua hanya untuk ikut lomba sound system. Ini menunjukkan nama kegiatan kita sudah terdengar sampai ke luar wilayah,” ungkap Patrick.
Selain fokus pada dunia otomotif, panitia juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan sekitar 20 pelaku UMKM. Kelompok pemuda dan unsur Angkatan Muda di sekitar lokasi kegiatan turut dilibatkan agar dampak ekonomi dari pelaksanaan AMX 2026 dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini diramaikan banyak pengunjung agar target penjualan dan pencapaian ekonomi para pelaku UMKM ini bisa tercapai dengan baik. Intinya, semua yang kami lakukan ini semata-mata untuk memajukan otomotif di Kota Ambon dan Provinsi Maluku agar terus berkembang,” tegasnya.
Demi menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan juri profesional dari Makassar, Surabaya, dan Manado sesuai bidang masing-masing. Sebanyak 152 piala dan hadiah jutaan rupiah disiapkan untuk para pemenang. Namun, Patrick menekankan bahwa penghargaan terhadap seluruh peserta tetap menjadi prioritas utama penyelenggara.
“Semua aturan standar dari pusat, tidak ada titipan juara. Kita membangun kepercayaan penuh dari komunitas. Prinsipnya, meskipun dia kalah, saat pulang tetap ada kesan dan penghargaan. Jadi semua peserta sama-sama kita hargai,” jelas Patrick.
Melalui AMX 2026, Patrick Moenandar berharap Ambon tidak hanya dikenal sebagai kota musik dan destinasi wisata, tetapi juga tumbuh menjadi kota kreatif otomotif yang mampu melahirkan komunitas-komunitas inovatif dan event berskala nasional di masa mendatang. (PG-01)
