DKP Maluku Dorong UMKM Manfaatkan Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.36296296, 0.69895834);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;
AMBON, PG.COM : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan kekayaan hasil laut sebagai bahan baku produk olahan bernilai ekonomi, ungkap Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Nalika F. Lewerissa, S.Pi., M.Si. kepada media ini di sela -sela Festival Produk UMKM yang digelar Klasis Pulau Ambon Timur di halaman Gereja Nafiri Sion, Sabtu (12/09/2026).
Pemerintah menilai melimpahnya potensi perikanan Maluku harus diikuti kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing lebih luas.
mengatakan UMKM tidak boleh hanya bergantung pada bahan baku dari sektor lain ketika Maluku memiliki sumber daya laut yang sangat besar. Karena itu, pembinaan diarahkan agar pelaku usaha mampu mengembangkan inovasi berbasis hasil perikanan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Di Provinsi Maluku kita kaya akan hasil laut. Jadi bagi UMKM, jangan lagi berusaha hanya dengan bahan dasar dari luar. Kita harus berupaya memanfaatkan potensi yang ada di daerah kita sendiri,” kataya.
Menurut Lewerissa, DKP Maluku sebelumnya telah memberikan pelatihan kepada 10 UMKM yang berada di wilayah Klasis Pulau Ambon Timur.
Selain pelatihan, pemerintah juga membantu melalui penyediaan sejumlah peralatan pendukung usaha. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi usaha produktif yang mampu berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kita beberapa bulan lalu juga memberikan pelatihan bagi 10 UMKM yang ada di Klasis Pulau Ambon Timur. Selain memberikan pelatihan, kita juga membantu mereka melalui peralatan yang ada. Kiranya UMKM yang kita latih ini dapat berkembang dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia mencontohkan ikan dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti sambal roa dan kue berbahan dasar ikan.
Diversifikasi tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual komoditas perikanan sekaligus mencegah hasil tangkapan terbuang atau hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. DKP juga mendapat kesempatan memberikan materi pembinaan kepada pelaku UMKM dalam festival tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas usaha masyarakat.
“Kita dapat menggunakan bahan dasar ikan untuk membuat sambal roa dan juga kue. Potensi ini harus dikembangkan, apalagi ikan kita banyak. Jangan sampai ikan yang tersedia tidak dimanfaatkan,” tegas Lewerissa.
DKP Maluku menargetkan pembinaan UMKM berbasis hasil laut tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang, tetapi berkembang menjadi kelompok usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lain. Produk yang dihasilkan juga diharapkan tidak hanya mampu menembus pasar lokal Kota Ambon dan Provinsi Maluku, tetapi berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“UMKM harus bisa mandiri dan mengelola usahanya untuk dikembangkan. Bukan saja sampai di situ, tetapi mereka harus bisa membentuk kelompok-kelompok usaha lainnya dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat berbagi dan membuka kesempatan bagi orang lain juga ” pungkasnya. (PG-01)
