Pemkot Ambon Apresiasi Festival Produk UMKM Klasis Pulau Ambon Timur

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

AMBON, PG.COM: Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) buang digelar oleh Klasis Pulau Ambon Timur, hal ini diungkapkan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat di wawancarai media di halaman Gereja Nafiri Sion, Sabtu (12/09/2026).

Menurut Wattimena, Pemkot menilai kegiatan yang membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakatn.

Wattimena mengatakan, keterlibatan UMKM dalam berbagai kegiatan harus terus diperluas karena sektor tersebut merupakan bagian dari ekonomi riil yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

Dikatakan, pertumbuhan UMKM tidak hanya berkaitan dengan jumlah pelaku usaha, tetapi juga kemampuan mereka mempertahankan usaha, memperoleh pendapatan, dan berkembang secara mandiri.

“Pemerintah kota mengapresiasi setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan UMKM, karena memang ini sebenarnya fondasi ekonomi kita,” katanya.

Wattimena menegaskan UMKM merupakan kekuatan ekonomi riil yang terus bertumbuh di Kota Ambon. Karena itu, pemerintah bersama gereja dan berbagai pemangku kepentingan dinilai perlu menciptakan ruang yang lebih luas agar pelaku usaha dapat terus berproduksi, memperkenalkan produk, dan memperoleh akses pasar di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“UMKM ini ekonomi real yang terus bertumbuh di Kota Ambon dan kita berharap dia menjadi kekuatan Kota Ambon untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi, tapi juga memastikan bahwa di tengah-tengah berbagai tantangan para pelaku UMKM tetap eksis karena terus diberi ruang oleh pemerintah dan oleh gereja dan semua pihak,” ujar Wattimena.

Festival tersebut menjadi salah satu contoh ruang pemasaran langsung bagi pelaku UMKM. Wattimena menyebut ratusan UMKM telah dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat dengan tujuan membuka akses pasar bagi produk lokal.

Menurutnya, keberadaan produk tanpa pembeli tidak akan memberikan dampak ekonomi yang maksimal karena inti dari aktivitas UMKM terletak pada terjadinya transaksi dan perputaran uang di tingkat masyarakat.

“Terasa UMKM sangat banyak yang kita libatkan, ratusan UMKM. Tujuannya apa? Mereka diberikan ruang untuk bisa menjual produk-produk mereka. Karena yang paling penting adalah produksi ada, orang beli, itulah perputaran ekonomi sebenarnya,” kata Wattimena.

Pemkot Ambon, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan ruang sekaligus memfasilitasi UMKM mulai dari proses pembentukan usaha hingga pemasaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar semakin banyak usaha kecil tumbuh, memiliki pendapatan yang berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para pelaku usaha.

“Nah karena itu kita terus berupaya untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada pelaku UMKM supaya mereka bisa memperoleh pendapatan dan sekaligus menciptakan kemandirian mereka dalam berusaha. Harapan tentu semakin banyak UMKM bertumbuh, pemerintah mesti memberikan ruang, memfasilitasi mulai dari pembentukan sampai dengan pemasaran,” tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *