Kodaeral IX Tekankan Kesiapan Mental dan Spiritual Sebelum Prajurit Menikah
AMBON, PG.COM : Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual prajurit melalui Salat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan ceramah keagamaan di Masjid Nurul Iman, Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk karakter prajurit Jalasena yang beriman, berakhlak mulia, tangguh, dan profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Jamaah Subuh yang dilaksanakan setiap hari tersebut diikuti prajurit Tidur Dalam beragama Islam.
Mereka berangkat dari sejumlah mess, yakni Mess Perwira Pertama, Mess Bintara, Mess Tamtama, serta Mess Kowal/ASN, dengan berjalan kaki sekitar 15–30 menit sebelum azan Subuh berkumandang. Usai salat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah bertema “Menjemput Jodoh Terbaik: Ikhtiar Memilih Pasangan dan Kesiapan Jiwa” yang disampaikan Koorsmin Kodaeral IX, Kolonel Marinir Akhmad Mukhroji.
Dalam ceramahnya, Kolonel Marinir Akhmad Mukhroji menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan atau penyelenggaraan resepsi, melainkan ikatan suci dan ibadah jangka panjang yang membutuhkan komitmen serta kesiapan lahir dan batin.
Ia menjelaskan tiga aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum membangun rumah tangga, yakni kesiapan spiritual, finansial, dan ilmu. Kesiapan spiritual diwujudkan melalui niat menikah untuk beribadah dan mengharap rida Allah SWT.
Sementara itu, kesiapan finansial mencakup kemandirian, etos kerja, serta tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga secara halal. Adapun kesiapan ilmu meliputi pemahaman hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan rumah tangga, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.
“Ketika mencintai, seseorang akan berusaha memuliakan pasangannya. Bahkan ketika marah atau kecewa, pemahaman agama dan akhlak yang baik semestinya menjadi pengendali agar tidak bertindak kasar ataupun berlaku tidak adil,” kata Koorsmin Kodaeral IX, Kolonel Marinir Akhmad Mukhroji.
Ia juga mengingatkan prajurit, khususnya yang belum menikah, agar menjadikan agama dan akhlak sebagai pertimbangan utama dalam memilih pasangan hidup. Merujuk hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, terdapat empat pertimbangan dalam memilih pasangan, yakni harta, keturunan atau kedudukan, kecantikan, dan agama.
Menurutnya, penampilan fisik dapat berubah dan harta dapat berkurang, sedangkan nilai agama yang tercermin melalui akhlak menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Ia mengajak para prajurit memperbaiki kualitas diri, memperbanyak doa, bersabar, dan melaksanakan salat istikharah sebelum mengambil keputusan pernikahan. Prajurit juga diingatkan agar tidak terburu-buru menikah hanya karena tekanan sosial atau gengsi, melainkan memastikan kesiapan dan tanggung jawab.
Ceramah berlangsung interaktif dengan antusiasme jamaah yang aktif menjawab dan mengajukan pertanyaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU), Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, serta jamaah lainnya. Melalui pembinaan rutin ini, Kodaeral IX berharap penguatan mental dan spiritual dapat berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme kedinasan.
Dengan demikian, prajurit tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, tetapi juga menjadi pribadi yang berintegritas, dewasa, serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga. (PG-01)
