Indira : Keaktifan Peserta JKN Kota Ambon Masih 76 Persen, Perlu Tambahan 12 Ribu Peserta Aktif
AMBON , PG. COM : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Indira Azis Rumalutur kepada media di Ambon, Selasa (29/07/2026) mengungkapkan tingkat keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Ambon hingga akhir Juli 2026 masih berada di angka 76 persen.
Capaian tersebut masih berada di bawah target 80 persen yang menjadi salah satu syarat dalam mendukung pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Kondisi ini menempatkan Ambon sebagai daerah dengan tingkat keaktifan terendah di Provinsi Maluku setelah Kota Tual yang telah berhasil menembus angka 80 persen pada bulan ini.
Indira menjelaskan bahwa karakteristik Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi sekaligus pintu masuk mobilitas penduduk dan mahasiswa menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keaktifan peserta JKN.
Di sisi lain, rata-rata tingkat keaktifan peserta JKN di Provinsi Maluku telah mencapai 87 persen, sehingga selisih yang cukup jauh membuat berbagai keluhan pelayanan masih lebih banyak ditemukan di Kota Ambon.
“Secara angka keaktifan, Kota Ambon masih berada di 76 persen. Kota Tual yang sebelumnya bersama Ambon berada di bawah 80 persen, kini sudah berhasil menembus angka 80 persen. Untuk Kota Ambon, kita masih membutuhkan sekitar 12 ribu peserta aktif tambahan agar bisa mencapai target tersebut,” katanya.
Menurut Indira, sekitar 78 ribu warga ber-NIK Kota Ambon sebenarnya sudah tercatat dalam basis data BPJS Kesehatan, namun status kepesertaannya belum aktif. Karena itu, BPJS Kesehatan mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat yang mampu membayar iuran secara mandiri, pemerintah daerah, media, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama meningkatkan keaktifan peserta. Ia menegaskan, peserta mandiri hanya perlu menyisihkan sekitar Rp1.050 per hari atau sekitar Rp35 ribu per bulan untuk menjaga status kepesertaannya tetap aktif.
“Kalau mau cepat mencapai 80 persen memang pemerintah daerah harus menambah anggaran yang cukup besar. Tetapi itu bukan satu-satunya jalan. Yang mandiri ayo bayar sendiri, yang belum mampu bisa memanfaatkan program cicilan tunggakan, sedangkan masyarakat miskin dapat diusulkan menjadi peserta PBI sesuai ketentuan. Target 12 ribu peserta aktif ini adalah tantangan kita bersama dan harus dikeroyok oleh semua pihak,” katanya. (PG-01)
